PUSAT
SENKOM INFORMATION CENTER
SPACE IKLAN
POLDA
KLATEN
BERITA
SPONSOR
TELEMATIKA
JAWA TENGAH
RESCUE
INFO
Untuk terus mempercepat gerakan restorasi sungai klaten, Sekolah sungai klaten Senin pagi ini resmi membuka sekolah sungai klaten angkatan 2. Pembukaan sekolah sungai diikuti seratus peserta dari tiga daerah aliran sungai /das, yakni das borangan , das kongklangan, dan das sungai ujung dan perwakilan relawan, TNI, Polri, SKPD.
Sekolah sungai klaten anggkatan kedua ini di fokuskan kepada masyarakat / warga disepanjang bantaran sungai di tiga das tersebut dengan tujuan memperdayakan masyarakat demi peningkatan kualiats hidup.
Pembukaan sekolah sungai langsung di hadiri oleh asisten 3 klaten mewakili Bupati Klaten, Kepala BPBD Klaten, perwakilan SKPD, Dunia Usaha, perwakilan TNI/POLRI,Srikandi Sungai Klaten.
Dalam sambutannya, Bupati Klaten berharap, dengan adanya sekolah sungai angkatan 2, bisa mempercepat visi dan misi sekolah sungai klaten yakni menjadikan sungai klaten yang bersih dan bebas banjir.
“Pergerakan warga klaten sungguh luar biasa,hingga Klaten menjadi percontohan untuk sekolah sungai dan gerakan bersih sungai, sehingga untuk mempercepat gerakan ini, basis masyarakat harus menjadi perhatian sekolah sungai angkatan 2”ujar Sri Winoto mewakili bupati Klaten.
Dalam kesempatan tersebut,Kepala Sekolah Sungai Klaten sekaligus Sekda kabupaten Klaten, Jaka Sawaldi, menerangkan program sekolah sungai klaten pada akhir tahun ini kembali mengadakan sekolah sungai klaten jilid 2, dengan fokus kepada masyarakat dan komunitas bersama perangkat desa. Fokus sekolah sungai angkatan 2 ini adalah pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sungai, sehingga meningkatkan derajat kualitas hidup masyarakat.
Hadir pembicara dalam kegiatan tersebut diantara Dr. Agus Maryono, pakar sungai UGM, Wakil rektor UGM, Prof Suratman. Untuk Hari kedua ada ketua DPRD Klaten, Kepala pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, dan dihari terakhir akan ke lapangan yakni ke sungai pusur, dan ditutup oleh Direktur PRB BNPB, Ir.Lilik Kurniawan .Sumber : Sekolah sungai Klaten
Juwiring | Senkom Klaten. Puluhan anggota Senkom Mitra Polri Eks tubup Delanggu menggelar latihan gabungan bersama Senkom Sukoharjo vertical rescue di jembatan Sungai Bengawan Solo Pondok Grogol pada Minggu 30 Nopember 2016.
Tukiman selaku ketua latihan mengatakan bahwa latihan ini untuk mengasah ilmu dan kemampuan dalam penyelamatan dengan metode vertical rescue,agar ilmu yang pernah di pelajari pada waktu sebelumnya di pratekkan lagi agar semakin mahir.
Ada beberapa materi dasar vertical rescue yang di sampaikan kepada peserta ungkap Agung Instruktur pelatihan.Harapannya agar para peserta latihan dalam penanganan korban semakin baik dan sesuai prosedur pertolongan pertama pada gawat darurat tambahnya.
Dalam latihan ini para peserta sangat antusias memperhatikan dan mempratekkan apa yang di sampaikan oleh instruktur.Satu persatu peserta menuruni jembatan dengan penuh semangat dengan tujuan apabila sewaktu waktu di butuhkan siap dalam penyelamatan pungkasnya .(Ryo)
WONOGIRI - Ratusan massa, Sabtu (27/8), ramai-ramai melakukan aksi resik-resik kali di aliran Kali Krisak, Desa Singodutan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Aksi ini sebagai upaya mewujudkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai kiat pengurangan risiko bencana banjir.
Aksi yang diprakarsai Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Wonogiri pimpinan dokter Bimo ini, melibatkan para relawan siaga bencana dari berbagai institusi. Juga didukung para personel dari Koramil dan Polsek Selogiri, aparat dari Kecamatan Selogiri, para pamong desa, ibu-ibu PKK dan warga masyarakat.
Bimo menyatakan, dalam sejarah peradaban, kehidupan manusia dimulai dari wilayah yang berdekatan dengan air, atau daerah yang berdekatan dengan aliran sungai. Air dalam jumlah yang terukur, dapat mendukung dan menjadi sumber kehidupan. ”Tapi ketika jumlahnya berlebihan, akan menjadi masalah, karena menimbulkan musibah terjadinya banjir,” jelasnya.
Kata Bimo, melalui aksi massa resik-resik kali yang dilakukan bersama seluruh elemen masyarakat ini, diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya untuk mengurangi resiko bencana banjir. ”Sebab Kali Krisak ini beberapa tahun lalu, pernah meluap dan menimbulkan musibah banjir,” ujarnya.
Gerakan massa resik-resik kali ini, sebagai upaya implementasi dari penjabaran hasil sekolah sungai tingkat nasional di Klaten, yang diikuti relawan siaga bencana FPRB Wonogiri. ”Hasil dari mengikuti sekolah sungai tersebut, kini diaplikasikan di sini,” ujar Bimo. Bersamaan aksi massa ini, dibagikan kantong plastik untuk tempat sampah.
Lalu, disebarkan puluhan pamflet sebagai media kampanye cinta sungai. Bertuliskan seruan agar warga masyarakat membudayakan buang sampah di tempatnya, bukan di aliran kali, Selamatkan sungai dari sampah, Ayo kita selamatkan alir kali dari sampah.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri, Bambang Haryanto, menyerukan, agar warga masyarakat tidak menjadikan alir kali sebagai tempat membuang sampah.
”Budayakan membuang sampah di tempat yang telah disediakan, jangan sembarang membuang sampah ke aliran sungai, karena dapat memicu terjadinya pendangkalan dan banjir,” tegas Bambang Haryanto sembari mengajak pentingnya membentuk institusi komunitas cinta kali.suaramerdeka.com
Kalakhar BPBD Jateng Sarwa Pramana
Klaten -- Lahirnya gerakan restorasi sungai,gerakan bersih sungai,Gerakan sekolah sungai terus mendapat tanggapan positif dari semua elemen.minggu pagi ,28 agustus,komunitas masyarakat peduli sungai ujung,relawan,warga dan komunitas mancing mania akan mendatangani ikrar "njogo Kali" dikain putih sepanjang bantaran sungai ujung Jagalan Wedi,klaten.ikrar yang dilaksanakan kbersamaan dengan lomba mancing ini bertujuan untuk mengajak masyarakat,komunitas,pemerintah,swasta untuk berkomitmen menjaga sungai /njogo Kali.
Menurut ketua komunitas peduli sungai ujung,Heru Purnomo,aksi tanda tangan ikrar ini digelar bersamaaan dengan kegiatan lomba mancing yang diadakan komunitas sungai ujung.
Kalakhar BPBD Jawa Tengah Sarwa Pramana,panitia,warga,pemerintah,swasta,dan peserta lomba akan menandatangani ikrar di atas kain putih panjang yang digelar di sepanjang sungai ujung.pihaknya berharap,aksi dan lomba yang digelar warga ini mampu terus menggalang komitmen warga untuk terus menjaga sungai/njogo Kali.
Lebih jauh Heru menjelaskan,aksi ini adalah rangakian kegiatan komunitas masyrakat peduli sungai ujung yang terus berupaya menjaga sungai untuk bersih dan bermanfaat.
PONTIANAK - Kepala BNPB Willem Rampangilei menghadiri rapat koordinasi penanggulangan siaga darurat kebakaran hutan dan lahan serta pengendalian tanggap darurat Kejadian Luar Biasa (KLB) Rabies di kantor Gubernur, Kalimantan Barat (25/8). Rakor dibuka oleh Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis. Serta dihadiri Kementerian/Lembaga terkait dari Kementerian Koordinator PMK, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Walikota dan Bupati Se-Kalimantan Barat.
Gubernur mengatakan Provinsi Kalimantan Barat membutuhkan bantuan pemerintah pusat dalam penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan. Selain itu membutuhkan penanganan untuk Kejadian Luar Biasa Rabies. "Bupati dan Walikota saya harap untuk serius, menangani 2 kejadian bencana ini yakni Asap dan vaksin untuk rabies. Saat ini sudah hadir helikopter water bombing dan hujan buatan. Asap juga berkurang dari pada tahun 2015" ucapnya. Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, penurunan kebakaran hutan dan lahan tahun ini sebesar 69,8%.
Reputasi bangsa dipertaruhkan jika masalah asap menjadi masalah internasional. Karena Indonesia dianggap memberikan kontribusi CO2 terbesar akibat kebakaran hutan dan lahan. Kepala BNPB mengajak segenap Kementerian/Lembaga, dunia usaha dan masyarakat, serta pemerintah daerah untuk dapat menjaga lingkungannya agar tidak terbakar. "Pencegahannya adalah mengidentifikasi daerah yang rawan kebakaran, meningkatkan sistem peringatan dini agar api yang masih kecil mudah dipadamkan, serta sosialisasi kepada masyarakat dan penegakan hukum" kata Willem Rampangilei.
Pada tahun ini, ada perubahan pola untuk hujan buatan yang dilakukan Tim Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Jika tahun lalu koordinasi langsung oleh Provinsi, karena keterbatasan sumber daya manusia. Tahun ini, TMC akan dikendalikan oleh pusat dan akan dialokasikan pada daerah yang membutuhkan untuk hujan buatan. Serta sesuai arahan Presiden, pembuatan kanal bloking akan terus dilakukan bekerjasama dengan Badan Restorasi Gambut (BRG). "Posko dan Incident Commander agar selalu aktif dan beroperasi. Briefing setiap pagi, dan sore harinya melakukan evaluasi sehingga kita selalu waspada terhadap Karhutla" tegasnya.
Berikut 6 Provinsi yang sudah menyatakan Siaga Darurat kebakaran hutan dan lahan yakni Riau (7 Maret-30 November 2016), Sumatera Selatan (1 Maret -30 November 2016), Jambi (1 Juni - 1 September 2016), Kalimantan Barat (1 Juni - 1 September 2016), Kalimantan Tengah (11 Juni - 14 Oktober 2016), dan Kalimantan Selatan (15 Agustus - 15 November 2016).
Dukungan operasi udara dengan water bombing, Air Tractor Fix Wing dan TMC pesawat Cassa 212. Water Bombing menggunakan jenis pesawat Mi-8, Mi-71, Kamov, Sikorsy, Bell dan Bolco. Total semua dukungan udara adalah 17 pesawat/helikopter. Selain itu BNPB juga akan mendukung peralatan yang dibutuhkan untuk pemadaman api operasi darat.
Pada kesempatan tersebut, Kepala BNPB didampingi Gubernur Kalimantan Barat, Kapolda dan Pangdam melakukan video teleconference di kantor Polda Kalbar dengan Menteri Koordinator PMK Puan Maharani, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, serta Kepala BMKG dan Kapolri yang berada di Mabes Polri Jakarta. Video conference membahas kesiapan pemerintah dalam penanggulangan bencana asap. Juga didengarkan langsung oleh Polda di seluruh Indonesia.
*KLB Rabies*
Kalimantan Barat saat terjadi kejadian luar biasa rabies. Sebagian besar kabupaten/kota di Kalimantan Barat mengalami masalah merebaknya rabies. Pengobatan rabies dengan menggunakan vaksin, kedua menggunakan depopulasi, dari faktor lalu lintas penularan penyakit dan peran serta masyarakat. Selain itu, mengedukasi masyarakat agar selalu waspada terhadap rabies. Pertama adalah pengawasan sumber hewannya (hulunya ada dari Perternakan) kemudian pergerakan lalu lintas hewannya dalam beraktivitas agar manusia selalu waspada. Adanya keterbatasan anggaran dan peralatan untuk mengatasi KLB rabies tersebut maka Gubernur meminta bantuan kepada BNPB. BNPB akan membantu dengan Dana Siap Pakai untuk Darurat Rabies di Kalimantan Barat. Kebutuhan anggaran saat ini masih dilakukan perhitungan. Diharapkan KLB rabies dapat cepat diatasi mengingat korban masyarakat sudah cukup banyak. Saat ini rabies masih banyak ditemukan di Indonesia. Targetnya tahun 2030 Indonesia Bebas rabies tingkat dunia dan tahun 2020 Indonesia Bebas rabies di tingkat Asean.
Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB
Yogyakarta— Indonesia sebagai salah satu Negara anggota International Search And Rescue Advisory Group (INSARAG) Asia Pasifik menjadi tuan rumah dalam latihan SAR yang bertajuk "INSARAG Asia Pacific Regional Earthquake Response Exercise 2016". Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo, S.Sos. membuka secara resmi kegiatan tersebut Senin (25/7/2016) di Ruang Nakula Sadewa Hotel Inna Garuda, Malioboro, Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti peserta dari lembaga/instansi terkait nasional dan 24 negara anggota INSARAG Asia Pasifik.
Latihan SAR Kebencanaan INSARAG Asia Pasifik 2016 kali ini merupakan kali kedua diselenggarakan di Indonesia. Sebelumnya tahun 2012 dilaksanakan di Padang. Menurut Kabasarnas, pertimbangan dilaksanakannya kegiatan ini di Yogyakarta adalah karena Yogyakarta merupakan supermarket bencana dimana segala macam bencana ada di Yogyakarta, seperti gempa bumi, gunung meletus, tsunami, banjir, dan tanah longsor. Momen ini juga sekaligus mengenang tragedi gempa bumi dan meletusnya Gunung Merapi pada tahun 2006 yang merenggut ribuan nyawa dan merusak ratusan bangunan.
Kegiatan ini menurut Kabasarnas memiliki beberapa tujuan, diantaranya tujuan secara internal ia meinginginkan Basarnas menjadi institusi terdepan dalam tugas-tugas pencarian dan pertolongan maupun evakuasi, baik dalam konteks bencana maupun kecelakaan. Momen ini dimanfaatkan untuk membangun kerjasama dengan institusi nasional serta internasional dan regional khususnya kawasan Asia Pasifik, serta membangun kapasitas Basarnas dengan berbagi informasi dengan INSARAG, khususnya yang menangani masalah Urban SAR.
”Saya ingin sharing, kemudian apa yang nantinya kurang dalam kapasitas dari Basarnas ini saya ingin meningkatkan untuk mencapai suatu preparedness atau kesiapsiagaan unsur-unsur Basarnas dalam melaksanakan tugas-tugas operasi SAR,” terangnya.
Secara eksternal, Indonesia dikatakannya tidak bisa tinggal diam jika terjadi suatu bencana kemanusiaan di Negara lain. “Ada peluang untuk kerjasama dalam konteks saling membantu bahwa kita betul-betul menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,” ungkapnya.
Basarnas selalu siap siaga membantu pemerintah daerah dalam penanganan musibah maupun bencana, memberikan jawaban atas harapan masyarakat akan keselamatan jiwa mereka.
Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan DIY Gatot Saptadi yang mewakili Gubernur DIY menyambut baik dan berterima kasih karena Yogyakarta menjadi tuan rumah penyelenggaraan latihan SAR internasional tersebut. Menurutnya, banyak manfaat yang dapat diambil dari kegiatan ini terutama untuk meningkatkan kapasitas berbagai komponen SAR dan relawan. “Kita tinggal di wilayah rawan bencana, kegiatan ini dapat menambah kewaspadaan dan kesiapsiagaan," imbuhnya.Kegiatan Latihan SAR Kebencanaan INSARAG Asia Pasifik 2016 dilaksanakan tanggal 25-29 Juli 2016 di dua tempat. Materi dan diskusi dilaksanakan di Hotel Inna Garuda, sedangkan simulasi dilaksanakan di Lapangan PT Gudang Garam, Jombor, Sleman. (tik) sumber basarnas
Kawasan pantai masih jadi favorit untuk wisata. Ada ancaman yg muncul di pantai salah satunya RIP CURRENT.Rip Current merupakan arus yang gerakannya berarah tegak lurus dengan garis pantai. Arus ini muncul berawal dari gelombang yang datang dari arah laut menuju pantai dan kembali ke arah laut. Arus ini sering terjadi di daerah sempit seperti di pantai yang terdapat endapan gosong pasir atau dermaga.
Rip Current bisa berbahaya karena dapat menyeret wisatawan ke tengah laut. Pantai yang sering muncul rip current di pantai selatan seperti di Pantai Parangtritis.
Kalau kita terseret arus ini, jangan dilawan sebab kita akan kehabisan tenaga. Segera mencoba keluar dari arus dengan berenang ke arah kiri atau ke arah kanan. Atau kita ikuti arus sampai kecepatan melemah baru berenang ke pantai. Jangan lupa juga minta tolong.
KETUA SENKOM KLATEN
H.HERI WIBAWA SH.MH
HIMBAUAN
HIMBAUAN
FP SENKOM
recent posts
SMS GRATIS
CCTV SUNGAI KLATEN
1.Kali Kragilan
2.Kali Balerante
3.Kali Talang
klik pada nomor
Gunakan Username dan pasword : pusdalops
TWITEER SENKOM KLATEN
CEK PAJAK
INFORMASI PAJAK KENDARAAN BERMOTOR
BERDASARKAN PERGUB NOMOR 79 TAHUN 2012
Nomor Kendaraan
Recent Comment