.

.
Select Menu

Favourite

POSKO SENKOM KLATEN BASEMENT JANU PUTRA PASARAYA KLATEN

PUSAT

SENKOM INFORMATION CENTER

SPACE IKLAN

POLDA

KLATEN

BERITA

SPONSOR

SPONSOR

TELEMATIKA

JAWA TENGAH

RESCUE

INFO


 Surakarta | Sentra komunikasi (Senkom) Mitra Polri koordinator Solo Raya menggelar workshop peningkatan kapasitas kinerja Senkom Mitra Polri di buka secara langsung Komandan Korem (Danrem) 074/Warastratama Surakarta, Kolonel Inf Maruli Simanjuntak senin 30 mei 2016 di gedung Warastratama Surakarta .

Kegiatan workshop ini di ikuti 450 peserta dari kabupaten/kota Senkom Mitra Polri di eks Karesidenan Surakarta selama dua hari.Peserta  digembleng dengan materi workshop di dalam ruang serta di luar ruang dengan materi fisik,kedisiplinan dan lintas medan sepanjang 15 km.

Ketua Koordinator Senkom Mitra Polri Solo Raya Abdurrahman Anjani mengatakan " penyematan baret akan dilakukan Danrem 074/Warastratama, Dandim dan Kapolres se-Solo Raya di Makorem,", di sela sela giat di Gedung Warastratama Surakarta, Senin (30/5/2016).

Penyematan baret akan dihadiri pengurus Senkom Mitra Polri Pusat,Provinsi Jateng dan ketua kabupaten/kota Wilayah Surakarta.
"Dan diharapkan dengan adanya workshop dan pembaretan ini para anggota Senkom Mitra Polri semakin meningkatkan kinerja dalam membantu masyarakat,serta tugas-tugas polisi dan TNI " tandas Abdurrahman.(ryo)





SURAKARTA | Guna meningkatkan kapasitas dan kinerja pengurus Senkom Mitra Polri di Solo Raya,Koordinator Daerah Solo Raya akan menggelar Workshop pada 30 sd 31 mei 2016 di aula Korem 074 Warastratama Surakarta.

Workshop peningkatan kapasitas dan kinerja Senkom Mitra Polri ini direncanakan akan di ikuti 500 Personil dari semua ketua Senkom Kecamatan dan pengurus Senkom Kabupaten dan Kota di Eks Karesidenan Surakarta.

Ketua Panitia workshop Maksum Lutfiantoro di sela sela koordinasi dengan Korem 074 Warastratama Surakarta menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut program dari pusat tentang peningkatan kualitas kinerja Senkom dan pemberatan.

Workshop Peningkatan Kapasitas Kinerja Senkom Mitra Polri di rencanakan 2 hari dengan materi TNI,Polri,Kesbangpol,BPBD dan BNN serta di hari ke 2 di adakan long march sepanjang 14 km yang finishnya di Makorem Warastratama 074 Surakarta.

Adapun long march ini merupakan bentuk pelatihan fisik bagi para peserta workshop dan menjadikan bukti untuk mendapatkan baret pun dengan usaha yang keras dan mempunyai arti yang khusus tidak semua bisa menggunakan ataupun mempunyai ungkapnya.

Di sisi lain wakil sekretaris propinsi Senkom Mitra Polri Jawa Tengah Eko Affandi setelah melaporkan hasil diklat nasional bela negara di Jakarta di Polda Jawa Tengah mengatakan bahwa pihak  Polda Jawa Tengah juga siap memberi materi di Workshop Senkom di Surakarta & Pekalongan.(Ryo)

Surakarta | Dalam meningkatkan kinerja dan kapasitas pengurus Senkom Mitra Polri se Solo Raya pengurus koordinator daerah Solo Raya akan menggelar workshop peningkatan kapasitas Senkom Mitra Polri pada 30 - 31 di Makorem 074 Warastratama Surakarta.

Dalam mempersiapkan workshop tersebut  pada hari Rabu, 11 mei 2016 sebanyak 11 personil senkom yang tergabung dalam kepanitiaan workshop peningkatan kapasitas kinerja Senkom Solo Raya bersama dengan jajaran korem 074 Warastratama mengadakan koordinasi ,yang diterima oleh  Pihak Korem di wakili seksi teritorial korem Letkol. Inf Eko dan Mayor Thahar serta Kajas korem Kapten Purwanto.

Dalam koordinasi tersebut Senkom meminta ijin untuk mengadakan workshop aula di Makorem 074 Warastratama Surakarta pada tanggal 30 sd 31 mei 2016.Adapun Danrem 074 Warastratama melalui seksi teritorial Mayor Thahar mengatakan bahwa kegiatan workshop yang akan diselenggarakan tersebut akan di dukung sepenuhnya oleh pihak Korem.

Lebih lanjut pihak Korem mengajak para panitia untuk cek kelengkapan dan fasilitas yang nantinya di pergunakan dalam workshop tersebut mulai dari ruangan ,sound system sampai dengan toilet,Sedangkan dari panitia WPKS Maksum mengatakan bahwa fasilitas yang ada sudah komplit dan berharap semua kegiatan berjalan dengan baik dan lancar.

Maksum juga menambahkan kegiatan workshop yang akan di ikuti sekitar 500 personil dari 6 kabupaten dan 1 kota madya di harapkan bisa hadir maksimal mengingat lengkapnya fasilitas yang ada di Makorem ,adapun pihak Korem 074 Warastratama Surakarta nantinya juga akan ikut mengisi materi dan memberikan arahan di kegiatan workshop tersebut tandasnya.(editor Ryo) foto darsono

Surakarta – Kegiatan Gelar Relawan Penanggulangan Bencana (PB) ke-4 yang diikuti ribuan relawan di Stadion Manahan Kota Surakarta diharapkan Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP bisa menjadi semacam 911 nya bencana. Pasca pelatihan, Ganjar juga meminta agar dibuatkan database relawan yang telah lolos ujian sertifikasi. Tujuannya agar ketika terjadi bencana, para relawan bisa segera bereaksi  cepat dan tepat dalam penanggulangan bencana.
“Kita minta pendataan dan setiap saat begitu kita muncul (bencana) ini on callsemuanya. Bukan tidak mungkin, ini nantinya bisa menjadi cikal bakal semacam 911 yang bisa bereaksi sangat cepat tapi juga tepat,” katanya saat membuka Gelar Relawan Penanggulangan Bencana (PB), Jumat (16/10).
Kegiatan pelatihan relawan Penanggulangan Bencana (PB) dinilai Ganjar sangat bermanfaat bagi Jawa Tengah, mengingat data BNPB pada 2011 menunjukkan Jawa Tengah menempati ranking satu provinsi yang memiliki skor indeks rawan bencana paling tinggi. Dari 35 Kabupaten/kota hanya ada satu daerah saja yang berada di kategori rawan bencana sedang, yakni Kota Salatiga. Sementara dua daerah yang memiliki skor rawan bencana kategori tinggi adalah Kabupaten Cilacap (ranking tiga tertinggi nasional) dan Kabupaten Banyumas (ranking 8 tertinggi nasional).
“Saya berharap dalam pelepasan nanti kita akan tunjukkan mulai dari pencegahan kita bisa tunjukkan, sampai dengan pasca bencana kita sanggup kita buktikan itu. Kita tidak akan instan tapi satu per satu, tahap per tahap semua akan kita latih,” ujarnya.
Gubenur Ganjar membeberkan bencana yang paling banyak terjadi di Jateng adalah banjir (85,71 persen). Bencana berikutnya adalah tanah longsor (82,85 persen), kekeringan (74,28 persen), gempa bumi (68,57 persen), gunung meletus (28,57 persen), dan tsunami (11,42 persen).
Menyikapi tingginya bencana di Jawa Tengah, Ganjar menegaskan akan menyeleksi setiap anggota BPBD provinsi dengan ketat. Sebab, BPBD bukanlah dinas, badan, maupun lembaga buangan, namun orang-orang pilihan yang memiliki dedikasi tinggi dalam mempertaruhkan nyawa, demi menyelamatkan nyawa seseorang.
“Di Jawa Tengah minimal di provinsi, kami akan seleksi sangat ketat sekali. Yang kira-kira leda-lede lebih baik tidak di BPBD. Kita akan carikan orang-orang yang penuh dengan dedikasi,” tegasnya.
Meski menjadi provinsi ranking pertama yang memiliki skor indeks rawan bencana tertinggi, Jawa Tengah dapat berbangga hati karena BPBD-nya menjadi juara umum lomba penanggulangan bencana pada tahun lalu dengan menyabet lima kategori dari enam kategori yang dilombakan. Kategori yang dimenangkan adalah kategori penanganan, dampak bencana, pasca bencana, logistik dan peralatan, serta perencanaan keuangan dan kelembagaan.
Selain membuka Gelar Relawan Penanggulangan Bencana (PB), Ganjar juga menghadiri pembukaan Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana  (PRB) Tingkat Nasional 2015 di Hotel Sunan dan dilanjutkan  meninjau Pameran Pengurangan Risiko Bencana di Benteng Vasterbug. Di pameran tersebut, Ganjar melihat peralatan-peralatan yang dimiliki BNPB, BPBD, Basarnas dan Organisasi relawan  dalam menanggulangi bencana. Setiap stand di pameran tersebut juga dikunjungi Ganjar.

Termasuk mengunjungi stand Senkom Gubernur mengucapkan terima kasih atas partisipasi Senkom dalam menyukseskan kegiatan bulan PRB di Surakarta ini.Kontribusi anggota Senkom sangat di butuhkan terutama dalan penanggulangan bencana.Editor : Ryo

Jateng

















SEMARANG – Dit Binmas Polda Jawa Tengah menggelar Workshop Peningkatan Kapasitas Kinerja Senkom Mitra Polri Provinsi Jawa Tengah yang bertemakan “Menuju Organisasi yang Solid, Profesional dan Mandiri. Acara dilaksanakan di Aula Hotel Grasia Semarang, Jalan S. Parman No. 29 Semarang, Selasa (15/9/2015).
Hadir dalam kesempatan tersebut, Waka Polda Jateng beserta jajarannya, Wakil Gubernur Jateng, Pengurus Pusat Senkom Mitra Polri beserta jajarannya, Pengurus Provinsi Senkom Mitra Polri Jatenge, serta para undangan dari stake holder.
Waka Polda Jateng, Brigjen Pol Musyafak menyampaikan, Senkom Mitra Polri merupakan lembaga yang handal dan professional dalam membantu mewujudkan keamanan dan ketertiban nasional melalui peningkatan kesadaran masyarakat.
“Senkom juga membangun kesadaran serta memperluas peran masyarakat dalam ikut membantu pemerintah dan Polri guna menciptakan Negara yang aman, tentram dan damai,” ujar Musyafak dalam sambutannya.
Selain itu juga terciptanya keamanan mandiri di lingkungan masyarakat.
Ketua Umum Pengurus Pusat Senkom Mitra Polri, H. Muh. Sirot, SH, MH mengatakan, dalam workshop yang merupakan program rutin tersebut mendatangkan 551 orang anggotanya yang berasal dari para Pembina kabupaten/kota, pengurus dan anggota Senkom Mitra Polri kabupaten/kota se Jawa Tengah.
“Workshop Nasional ini diselenggarakan di seluruh Indonesia. Tujuan utamanya adalah untuk kinerja,” tandas Muh. Sirot.
Selain itu, lanjut dia, bagaimana agar bisa menjadi mitra yang baik dengan Polri, TNI, Pemerintah, juga dengan masyarakat. Karena Senkom adalah kepanjangan tangan dari Polri, Senkom bermitra dengan Polri.
Menurutnya, anggota Senkom Mitra Polri sangat perlu mendapatkan wawasan tentang perpolisian masyarakat, wawasan bela Negara dan AD/ART Senkom Mitra Polri serta memiliki kemampuan membangun hubungan baik dan sinergi dengan stake holder (kepolisian, TNI, Badan Kesbangpol Linmas, BPBD, BNNP, KNPI dan Basarnas).
“Juga harus memiliki kemampuan berkomunikasi ranah Kamtibmas baik Alkom maupun non Alkom, serta mempunyai perilaku sebagai penyangga Kamtibmas,” imbuhnya.
Ketua Senkom Mitra Polri Jateng, HM. Umar Syahid, SE, MM menambahkan, bahwa pada dasarnya Senkom Mitra Polri adalah kelompok masyarakat yang ingin berperan dalam membantu menginformasikan dan membantu pengamanan lingkungan di sekitarnya atau dimana saja.
“Membantu memberikan informasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengamanan swakarsa di lingkungan masing-masing, sebagai wujud bela Negara,” kata dia.
Sementara itu dalam perannya membantu Polri, Senkom Mitra Polri juga ikut serta dalam pengamanan Pilkada serentak yang akan dilaksanakan pada 9 Desember mendatang. Pihaknya berharap dalam pelaksanaan Pilkada serentak nanti bisa berlangsung dengan aman dan lancar.







berita ekpres edited Rio

Temanggung. -- Saat ini bahaya penggunaan dan penyalahgunaan NARKOBA sudah cukup menghawatirkan. Lebih dari 1,4 juta generasi muda Indonesia yang sudah tidak dapat direhabilitasi lagi, sebab gangguan kesehatan mereka akibat NARKOBA yang sudah sangat parah. Senada dengan keterangan diatas, Presiden Joko Widodo saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Penanganan Ancaman NARKOBA di Jakarta, Rabu (4/2/2015) "Kondisinya menurut saya, betul-betul sudah darurat. Bayangkan, setiap hari 50 generasi muda kita meninggal karena NARKOBA,". Maka, di saat ini negera kita sudah di nyatakan sebagai “Darurat NARKOBA”.
Dengan kondisi diatas, maka perlu di sadari bahwa pencegahan dan penanggulangan bahaya NARKOBA harus segera di lakukan. Dan pencegahan dan pemberantasan ini bukan hanya tugas Badan Narkotika Nasional (BNN) saja, namun itu merupakan tanggung jawab semua lapisan masyarakat dalam mencegah dan menanggulanginya. Tidak terkecuali SENKOM MITRA POLRI sebagai kelompok masyarakat yang ingin berperan dalam membantu menginformasikan dan membantu pengamanan lingkungan disekitarnya atau di mana saja berada.
Sehubungan dengan diatas, maka BNNK Temanggung berupaya untuk meningkatkan kemampuan anggota SENKOM dengan mengadakan kegiatan “Advokasi P4GN Bagi Anggota SENKOM” yang berlangsung pada hari senin tanggal 25 mei 2015 di pendopo pengayoman Kabupaten Temanggung. acara tersebut di ikuti lebih dari 180 peserta dari Kabupaten Temanggung, Wonosobo, Magelang dan Kota Magelang.sumber :senkom temanggung




Temanggung – Menindak lanjuti nota kesepahaman yang telah di buat oleh BNN dan Pengurus Pusat Senkom Mitra Polri, maka pada hari selasa tanggal 14 april 2015 kemarin pengurus Senkom Kabupaten Temanggung, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Magelang dan Kota Magelang mengadakan audiensi dengan Kepala BNNK Kabupaten Temanggung Bp. Istantiono s.sos. Dalam kesempatan itu, sebagai ketua Senkom Kabupaten Temanggung Bp. Drs Untung Haryono membuka diskusi dan sekaligus memperkenalkan jajaran pengurus Senkom Kabupaten Temanggung yang baru.


Setelah itu, para peserta  yang diwakili oleh Ketua Senkom Kabupaten Magelang Bp. Yuwana Budi Hatono St melanjutkan kegiatan audiensi tersebut  dengan menyampaikan maksud dan tujuannya. Diantaranya yaitu, anggota  Senkom di masing –masing kota kabupaten siap untuk bermitra dan menjadi tim penjangkau di wilayahnya masing-masing. Selain itu, untuk meningkatkan kapasitas anggota Senkom dalam pemberantasan bahaya narkoba beliau juga meminta untuk dilaksanakan p4gn (Pencegahan & Pemberantasanpenyalahgunaan & Peredaran Gelam Narkotika).

Senada dengan maksud dan tujuan para kemarin pengurus Senkom tersebut, Kepala Bnnk Kabupaten Temanggung bp. Istantiono S.Sos menyambut baik maksud dan tujuan itu. Dan sebagai tidak lanjutnya, maka dalam waktu dekat akan diadakan beberapa kegiatan yang berkaitan dengan Senkom mitra polri di eks karesidenan kedu. Diantaranya adalah penandatangan nota kesepahaman, akan diadakannya penyuluhan p4gn (pencegahan, pemberantasanpenyalahgunaan & peredaran gelam narkotika) bagi seluruh anggota Senkom dan akan di adakan deklarasi anti narkoba yang akan dilakukan oleh beberapa ormas,organisasi dan  lembaga terkait.

Relly Senkom Temanggung