PUSAT
SENKOM INFORMATION CENTER
SPACE IKLAN
POLDA
KLATEN
BERITA
SPONSOR
TELEMATIKA
JAWA TENGAH
RESCUE
INFO
SURAKARTA | Guna meningkatkan kapasitas dan kinerja pengurus Senkom Mitra Polri di Solo Raya,Koordinator Daerah Solo Raya akan menggelar Workshop pada 30 sd 31 mei 2016 di aula Korem 074 Warastratama Surakarta.
Workshop peningkatan kapasitas dan kinerja Senkom Mitra Polri ini direncanakan akan di ikuti 500 Personil dari semua ketua Senkom Kecamatan dan pengurus Senkom Kabupaten dan Kota di Eks Karesidenan Surakarta.
Ketua Panitia workshop Maksum Lutfiantoro di sela sela koordinasi dengan Korem 074 Warastratama Surakarta menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut program dari pusat tentang peningkatan kualitas kinerja Senkom dan pemberatan.
Workshop Peningkatan Kapasitas Kinerja Senkom Mitra Polri di rencanakan 2 hari dengan materi TNI,Polri,Kesbangpol,BPBD dan BNN serta di hari ke 2 di adakan long march sepanjang 14 km yang finishnya di Makorem Warastratama 074 Surakarta.
Adapun long march ini merupakan bentuk pelatihan fisik bagi para peserta workshop dan menjadikan bukti untuk mendapatkan baret pun dengan usaha yang keras dan mempunyai arti yang khusus tidak semua bisa menggunakan ataupun mempunyai ungkapnya.
Di sisi lain wakil sekretaris propinsi Senkom Mitra Polri Jawa Tengah Eko Affandi setelah melaporkan hasil diklat nasional bela negara di Jakarta di Polda Jawa Tengah mengatakan bahwa pihak Polda Jawa Tengah juga siap memberi materi di Workshop Senkom di Surakarta & Pekalongan.(Ryo)
Surakarta | Dalam meningkatkan kinerja dan kapasitas pengurus Senkom Mitra Polri se Solo Raya pengurus koordinator daerah Solo Raya akan menggelar workshop peningkatan kapasitas Senkom Mitra Polri pada 30 - 31 di Makorem 074 Warastratama Surakarta.
Dalam mempersiapkan workshop tersebut pada hari Rabu, 11 mei 2016 sebanyak 11 personil senkom yang tergabung dalam kepanitiaan workshop peningkatan kapasitas kinerja Senkom Solo Raya bersama dengan jajaran korem 074 Warastratama mengadakan koordinasi ,yang diterima oleh Pihak Korem di wakili seksi teritorial korem Letkol. Inf Eko dan Mayor Thahar serta Kajas korem Kapten Purwanto.
Dalam koordinasi tersebut Senkom meminta ijin untuk mengadakan workshop aula di Makorem 074 Warastratama Surakarta pada tanggal 30 sd 31 mei 2016.Adapun Danrem 074 Warastratama melalui seksi teritorial Mayor Thahar mengatakan bahwa kegiatan workshop yang akan diselenggarakan tersebut akan di dukung sepenuhnya oleh pihak Korem.
Lebih lanjut pihak Korem mengajak para panitia untuk cek kelengkapan dan fasilitas yang nantinya di pergunakan dalam workshop tersebut mulai dari ruangan ,sound system sampai dengan toilet,Sedangkan dari panitia WPKS Maksum mengatakan bahwa fasilitas yang ada sudah komplit dan berharap semua kegiatan berjalan dengan baik dan lancar.
Maksum juga menambahkan kegiatan workshop yang akan di ikuti sekitar 500 personil dari 6 kabupaten dan 1 kota madya di harapkan bisa hadir maksimal mengingat lengkapnya fasilitas yang ada di Makorem ,adapun pihak Korem 074 Warastratama Surakarta nantinya juga akan ikut mengisi materi dan memberikan arahan di kegiatan workshop tersebut tandasnya.(editor Ryo) foto darsono
Surakarta – Kegiatan Gelar Relawan Penanggulangan Bencana (PB) ke-4 yang diikuti ribuan relawan di Stadion Manahan Kota Surakarta diharapkan Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP bisa menjadi semacam 911 nya bencana. Pasca pelatihan, Ganjar juga meminta agar dibuatkan database relawan yang telah lolos ujian sertifikasi. Tujuannya agar ketika terjadi bencana, para relawan bisa segera bereaksi cepat dan tepat dalam penanggulangan bencana.
“Kita minta pendataan dan setiap saat begitu kita muncul (bencana) ini on callsemuanya. Bukan tidak mungkin, ini nantinya bisa menjadi cikal bakal semacam 911 yang bisa bereaksi sangat cepat tapi juga tepat,” katanya saat membuka Gelar Relawan Penanggulangan Bencana (PB), Jumat (16/10).
Kegiatan pelatihan relawan Penanggulangan Bencana (PB) dinilai Ganjar sangat bermanfaat bagi Jawa Tengah, mengingat data BNPB pada 2011 menunjukkan Jawa Tengah menempati ranking satu provinsi yang memiliki skor indeks rawan bencana paling tinggi. Dari 35 Kabupaten/kota hanya ada satu daerah saja yang berada di kategori rawan bencana sedang, yakni Kota Salatiga. Sementara dua daerah yang memiliki skor rawan bencana kategori tinggi adalah Kabupaten Cilacap (ranking tiga tertinggi nasional) dan Kabupaten Banyumas (ranking 8 tertinggi nasional).
“Saya berharap dalam pelepasan nanti kita akan tunjukkan mulai dari pencegahan kita bisa tunjukkan, sampai dengan pasca bencana kita sanggup kita buktikan itu. Kita tidak akan instan tapi satu per satu, tahap per tahap semua akan kita latih,” ujarnya.
Gubenur Ganjar membeberkan bencana yang paling banyak terjadi di Jateng adalah banjir (85,71 persen). Bencana berikutnya adalah tanah longsor (82,85 persen), kekeringan (74,28 persen), gempa bumi (68,57 persen), gunung meletus (28,57 persen), dan tsunami (11,42 persen).
Menyikapi tingginya bencana di Jawa Tengah, Ganjar menegaskan akan menyeleksi setiap anggota BPBD provinsi dengan ketat. Sebab, BPBD bukanlah dinas, badan, maupun lembaga buangan, namun orang-orang pilihan yang memiliki dedikasi tinggi dalam mempertaruhkan nyawa, demi menyelamatkan nyawa seseorang.
“Di Jawa Tengah minimal di provinsi, kami akan seleksi sangat ketat sekali. Yang kira-kira leda-lede lebih baik tidak di BPBD. Kita akan carikan orang-orang yang penuh dengan dedikasi,” tegasnya.
Meski menjadi provinsi ranking pertama yang memiliki skor indeks rawan bencana tertinggi, Jawa Tengah dapat berbangga hati karena BPBD-nya menjadi juara umum lomba penanggulangan bencana pada tahun lalu dengan menyabet lima kategori dari enam kategori yang dilombakan. Kategori yang dimenangkan adalah kategori penanganan, dampak bencana, pasca bencana, logistik dan peralatan, serta perencanaan keuangan dan kelembagaan.
Selain membuka Gelar Relawan Penanggulangan Bencana (PB), Ganjar juga menghadiri pembukaan Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Tingkat Nasional 2015 di Hotel Sunan dan dilanjutkan meninjau Pameran Pengurangan Risiko Bencana di Benteng Vasterbug. Di pameran tersebut, Ganjar melihat peralatan-peralatan yang dimiliki BNPB, BPBD, Basarnas dan Organisasi relawan dalam menanggulangi bencana. Setiap stand di pameran tersebut juga dikunjungi Ganjar.
Termasuk mengunjungi stand Senkom Gubernur mengucapkan terima kasih atas partisipasi Senkom dalam menyukseskan kegiatan bulan PRB di Surakarta ini.Kontribusi anggota Senkom sangat di butuhkan terutama dalan penanggulangan bencana.Editor : Ryo
SEMARANG – Dit Binmas Polda Jawa Tengah menggelar Workshop Peningkatan Kapasitas Kinerja Senkom Mitra Polri Provinsi Jawa Tengah yang bertemakan “Menuju Organisasi yang Solid, Profesional dan Mandiri. Acara dilaksanakan di Aula Hotel Grasia Semarang, Jalan S. Parman No. 29 Semarang, Selasa (15/9/2015).Hadir dalam kesempatan tersebut, Waka Polda Jateng beserta jajarannya, Wakil Gubernur Jateng, Pengurus Pusat Senkom Mitra Polri beserta jajarannya, Pengurus Provinsi Senkom Mitra Polri Jatenge, serta para undangan dari stake holder.
Waka Polda Jateng, Brigjen Pol Musyafak menyampaikan, Senkom Mitra Polri merupakan lembaga yang handal dan professional dalam membantu mewujudkan keamanan dan ketertiban nasional melalui peningkatan kesadaran masyarakat.
“Senkom juga membangun kesadaran serta memperluas peran masyarakat dalam ikut membantu pemerintah dan Polri guna menciptakan Negara yang aman, tentram dan damai,” ujar Musyafak dalam sambutannya.
Selain itu juga terciptanya keamanan mandiri di lingkungan masyarakat.
Ketua Umum Pengurus Pusat Senkom Mitra Polri, H. Muh. Sirot, SH, MH mengatakan, dalam workshop yang merupakan program rutin tersebut mendatangkan 551 orang anggotanya yang berasal dari para Pembina kabupaten/kota, pengurus dan anggota Senkom Mitra Polri kabupaten/kota se Jawa Tengah.
“Workshop Nasional ini diselenggarakan di seluruh Indonesia. Tujuan utamanya adalah untuk kinerja,” tandas Muh. Sirot.
Selain itu, lanjut dia, bagaimana agar bisa menjadi mitra yang baik dengan Polri, TNI, Pemerintah, juga dengan masyarakat. Karena Senkom adalah kepanjangan tangan dari Polri, Senkom bermitra dengan Polri.
Menurutnya, anggota Senkom Mitra Polri sangat perlu mendapatkan wawasan tentang perpolisian masyarakat, wawasan bela Negara dan AD/ART Senkom Mitra Polri serta memiliki kemampuan membangun hubungan baik dan sinergi dengan stake holder (kepolisian, TNI, Badan Kesbangpol Linmas, BPBD, BNNP, KNPI dan Basarnas).
“Juga harus memiliki kemampuan berkomunikasi ranah Kamtibmas baik Alkom maupun non Alkom, serta mempunyai perilaku sebagai penyangga Kamtibmas,” imbuhnya.
Ketua Senkom Mitra Polri Jateng, HM. Umar Syahid, SE, MM menambahkan, bahwa pada dasarnya Senkom Mitra Polri adalah kelompok masyarakat yang ingin berperan dalam membantu menginformasikan dan membantu pengamanan lingkungan di sekitarnya atau dimana saja.
“Membantu memberikan informasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengamanan swakarsa di lingkungan masing-masing, sebagai wujud bela Negara,” kata dia.
Sementara itu dalam perannya membantu Polri, Senkom Mitra Polri juga ikut serta dalam pengamanan Pilkada serentak yang akan dilaksanakan pada 9 Desember mendatang. Pihaknya berharap dalam pelaksanaan Pilkada serentak nanti bisa berlangsung dengan aman dan lancar.
Senada dengan maksud dan tujuan para kemarin pengurus Senkom tersebut, Kepala Bnnk Kabupaten Temanggung bp. Istantiono S.Sos menyambut baik maksud dan tujuan itu. Dan sebagai tidak lanjutnya, maka dalam waktu dekat akan diadakan beberapa kegiatan yang berkaitan dengan Senkom mitra polri di eks karesidenan kedu. Diantaranya adalah penandatangan nota kesepahaman, akan diadakannya penyuluhan p4gn (pencegahan, pemberantasanpenyalahgunaan & peredaran gelam narkotika) bagi seluruh anggota Senkom dan akan di adakan deklarasi anti narkoba yang akan dilakukan oleh beberapa ormas,organisasi dan lembaga terkait.Relly Senkom Temanggung
Hari Bela Negara (HBN) adalah hari bersejarah Indonesia yang jatuh pada tanggal 19 Desember untuk memperingati Deklarasi Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) oleh M. Sjafruddin Prawiranegara di sumatra Barat pada tanggal 19 Desember 1948. Keputusan ini ditetapkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui Keputusan Presiden No. 28 Tahun 2006. Keputusan presiden ini ditetapkan dalam upaya mendorong semangat kebangsaan dalam Bela Negara dalam rangka mempertahankan kehidupan berbangsa dan bernegara yang memjunjung tinggi persatuan dan kesatuan. Tanggal 19 Desember 1948 menjadi salah satu hari yang bersejarah bagi bangsa indonesia, dimana pada waktu itu di deklarasikan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang berpusat di Bukittinggi, Sumatra Barat. PDRI dibentuk oleh rakyat yang dipelopori oleh M. Sjafruddin Prawiranegara dalam rangka mengisi kekosongan kepemimpinan pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), setelah presiden dan wakil presiden serta sejumlah menteri ditawan oleh Belanda. Namun dalam kondisi amat kritis tersebut, para pemimpin bangsa pada waktu itu mengambil satu keputusan memberikan mandat untuk membentuk Pemerintahan darurat Republik Indonesia di Sumatra Barat. Jika PDRI tidak ada, mungkin dapat dikatakan Republik Indonesia akan lenyap dalam peta politik dunia. Bahkan, penjajah Belandapada waktu itu dengan leluasa mengatakan bahwa pemerintahan Indonesia telah bubar karena pemimpinnya ditawan dan daerah-daerah jatuh ditangan mereka.
Dengan inisiatif politik dan penuh rasa tanggung jawab Sjafruddin Prawiranegara mengadakan rapat membentuk PDRI tanggal 19 Desember 1948. Pemerintah Darurat yang bersifat mobile ini berbasis pada beberapa tempat antara lain Bidar Alam, Sumput Kuddus, Halabban, Dan koto tinggi. Inisiatif M. Sjafruddin Prawiranegara mendapat dukungan luas dari kalangan rakyat. Pada akhirnya kedaulatan dan kemerdekaan RI dapat dipertahankan. Oleh sebab itu PDRI merupakan salah satu mata rantai sejarah kemerdekaan Indonesia yang sangat penting untuk kita kenang, ingat, dan ditempatkan dalam rangkaian sejarah kemerdekaan Nasional.
Meskipun PDRI tidak pernah ditampilkan secara resmi, namun selama ini tidak diakui sebagai mata rantai sejarah perjuangan mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia. Pada tahun 2006, atas usulan pemerintah provinsi Sumatra Barat kepada Pemerintah Pusat, akhirnya Presiden SBY mengeluarkan Keputusan No. 28 Tahun 2006. Dengan lahirnya Kepres No.28 Tahun 2006, berarti perjuangan rakyat Indonesia umumnya dan Sumatra Barat khususnya telah mendapat pengakuan secara nasional.
Deklarasi Pemerintahan Darurat Republik Indonesia oleh M. Sjafruddin Prawiranegara di Sumatra Barat telah disah kan. Salah satu diskriminasi sejarah mulai diluruskan. Bahkan, perlakuan negara terhadap jasa besar seseorang terhadap eksistensi bangsa Indonesia telah dinilai objektif dan profesional. Sebagai contohnya M. Sjafruddin Prawiranegara yang sempat menjadi Presiden Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) telah diakui keberadaannya. Padahal pada masa Orde Baru, otkoh yang terkait dengan gejolak pemerintahan revolusioner Republik Indonesia (PRRI) ini dianggap pemberontak. Sampai-sampai salah satu rentetan sejarah Republik ini dihilangkan tanpa jejak.
M. Sjafruddin Prawiranegara selain jasanya sebagai presiden PDRI, dia juga ikut memberi konstribusi besar terhadap kemunculan Bank Indonesia. Ia mengusulkan supaya BI sebagai Bank sentral yang menjadi lembaga Independen dan tidak dibawah dominasi Pemerintah. Dan pada tahun 1999, yakni pada masa pemerinyahan BJ. Habibie, gagasan M. Sjafruddin Prawiranegara menjadi landasan Undang-Undang BI. Ditetapkannya hari PDRI sebagai Hari Bela Negara (HBN) merupakan satu bentuk kebanggaan Sumatra Barat, karena pertama kalinya sejarah dipulau jawa ditetapkan sebagai hari nasional.Untuk itu kita sebagai penerus Bangsa haruslah tetap menjadga dan menbela Negara Indonesia. Bela bukan dalam arti berperang tetapi menjaga keutuhan Negara Republik Indonesia.
Diambil dari berbagai sumber.
Magelang -- Senkom Kabupaten Magelang membantu TNI-Polri pada Borobudur International 10K yang digelar Kawasan Taman Wisata Candi Borobudur Kabupaten Magelang, Minggu Pagi (16/11). Pembukaan Lomba lari ditandai penembakan pistol start oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dan pengibaran bendera start oleh Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH.
Ajang ‘Borobudur 10K’ pertama kali diselenggarakan pada tahun 1990, 1992, 1993, dan 1995 yang dulu disebut “Bob Hasan 10K”. Kemudian nama tersebut diganti dengan “Borobudur 10K” pada tahun 1999, 2000, 2002, dan 2005. Di tahun 2013 nama “Borobudur 10K” mulai dihidupkan kembali dengan nama “Borobudur International 10K 2013″
Klaten -- Peningkatan pengguna narkoba di wilayah Jawa Tengah merupakan ancaman terutama bagi generasi muda yang perlu di perangi.Kota Solo merupakan daerah pengguna narkoba menduduki peringkat atas papar Danar dari BNN di penyuluhan bahaya narkoba di aula Mapolres Klaten 26/11.Klaten merupakan daerah yang di apit dua kota yang besar Jogja dan Solo bukan tidak mungkin menjadi tempat transaksi ataupun tempat bersembunyi supaya masyarakat di harapkan tetap waspada.
Danar menyebutkan bahwa Senkom Mitra Polri telah menunjukan komitmen untuk memerangi narkoba dengan mengadakan MoU dengan BNN.Dalam paparannya kontribusi Senkom nanti di masyarakat dapat menjadi penyuluh tentang bahaya narkoba dan menginformasikan di mana ada kerawanan peredaran narkoba.
Lebih lanjut Danar mengatakan narkoba ini sekarang mudah di dapat,efeknya banyak korban pemuda yang kencanduan dan akan merusak serta menghancurkan kehidupan si pengguna.Dengan adanya penyuluhan ini anggota Senkom di harapkan berperan aktif memberikan informasi ini ke lingkungan masing masing.
Di akhir paparannya Danar mengadakan dialog dengan memberikan waktu pada beberapa anggota Senkom untuk menanyakan tentang bahaya narkoba.Anggota Senkom tidak menyiayiakan waktu tersebut untuk meluncurkan pertanyaan pertanyaan yang akhirnya di jawab dengan jelas dan gamblang oleh Danar. Tidak lupa anggota di beri tanda mata dari BNN serta Sponsor dan Danar menyemangati juga pada anggota Senkom dalam memerangi narkoba dengan yel yel " Senkom Yes, Narkoba No ".(rio)
KLATEN -- Jabatan Kapolres Klaten diserah terimakan dari pejabat lama AKBP Nazirwan Adji Wibowo SIK,Msi kepada penggantinya AKBP Langgeng Purnomo SIK,MH. Upacara serah terima jabatan dilaksanakan pada hari ini di Polda Jateng, Kamis (13/11).
Pejabat lama AKBP Nazirwan selanjutnya akan memangku tugas menempati posisi barunya sebagai Kabag Binkar Ro SDM Polda Jateng, hal tersebut di dasari atas ST, nomor ST/2140/X/2014 tanggal 30 Oktober 2014. Sedangkan penggantinya AKBP Langgeng sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Grobogan, Polda Jateng.
Sebelumnya pada hari Rabu (12/11) Polres Klaten melaksanakan tradisi pedang pora guna menyambut dan melepas pejabat baru dan lama di Mapolres Klaten. Acara tersebut dihadiri seluruh pejabat dan perwira jajaran Polres Klaten beserta Bhayangkari.
Menilik dari daftar riwayat hidup Kapolres Klaten yang baru, AKBP Langgeng Purnomo (42) pria asal kelahiran Kebumen ini memiliki riwayat, memulai karir jabatanya pada tahun 1996 sebagai Pamapta c Polres Aceh Barat, sampai sekarang terhitung ada 16 jabatan yang sudah di embannya, hingga mendapatkan empat tanda jasa yakni SL Kesetiaan, Kesatria Tamtama, Dharma Nusa dan Dwija Sistha.
Seperti Kapolres sebelumnya, dengan tampuk kepemimpinan yang baru ini diharapkan permasalahan hukum di wilayah Klaten akan lebih terkondisikan dan kebijakan revitalisasi peran Polisi sebagai kekuatan penjaga masyarakat sipil akan menjadi lebih baik.
waktoe.com
Klaten -- Rukun Kompak dan Akrab merupakan ciri yang di miliki anggota Senkom.Terbukti pada tgl 25 oktober 2014 Senkom Sragen Wilayah barat berkunjung dalam rangka study banding ke Senkom Kabupaten Klaten wilayah 5.
Rombongan yang di ketuai H Surono dengan membawa anggotanya 55 personel di temui langsung oleh jajaran pembina H.Ismantri,Ketua Senkom Klaten Haris Afandi SH serta pengurus senkom Klaten di antaranya Ragil W , Bambang S, Rusgiyanto, Sugiarto.
Kegiatan studi banding ini di laksanakan di Ngemplak Prawatan Jogonalan.Dalam sambutan H Surono mengungkapkan bahwa tujuan studi banding ini supaya Senkom Sragen tambah meningkat kualitasnya,karena melihat kemajuan Senkom Klaten yang sudah eksis dalam kegiatan serta hubungan ke pemerintah dan stakeholder.
Lebih lanjut Kegiatan studi banding ini memaparkan kegiatan masing masing dan diskusi serta tanya jawab mengenai berbagai bidang termasuk adminitrasi,kedisiplinan,telematika,hubungan antar lembaga.
Dengan adanya kegiatan ini ke dua belah pihak Senkom Klaten dan Senkom Sragen dapat mengambil dan menerapkan apa yang belum pernah di laksanakan di daerahnya dan mudah mudahan berhasil dan sukses ungkap ketua Senkom Klaten dalam kegiatan tersebut.(rio)
Senkom Mitra Polri Provinsi Jawa Tengah yang diundang oleh penyelenggara di wakili oleh Rohib Samsul Alam,S.Pd wakil Ketua Senkom Mitra Polri Jawa tengah,Harun Mustofa litbang Senkom Jawa Tengah dan juga mewakili pengurus Senkom Kabupaten Sukoharjo Anto.
Kegiatan yang sudahwkedua kalinya ini dan akan terus menerus diadakan secara berkelanjutan untuk mencegah berkembangnya radikalisme maupun ideologi terorisme di provinsi Jawa Tengah ini.( rio )
KETUA SENKOM KLATEN
H.HERI WIBAWA SH.MH
HIMBAUAN
HIMBAUAN
FP SENKOM
recent posts
SMS GRATIS
CCTV SUNGAI KLATEN
1.Kali Kragilan
2.Kali Balerante
3.Kali Talang
klik pada nomor
Gunakan Username dan pasword : pusdalops
TWITEER SENKOM KLATEN
CEK PAJAK
INFORMASI PAJAK KENDARAAN BERMOTOR
BERDASARKAN PERGUB NOMOR 79 TAHUN 2012
Nomor Kendaraan



























Recent Comment