.

.
Select Menu

Favourite

POSKO SENKOM KLATEN BASEMENT JANU PUTRA PASARAYA KLATEN

PUSAT

SENKOM INFORMATION CENTER

SPACE IKLAN

POLDA

KLATEN

BERITA

SPONSOR

SPONSOR

TELEMATIKA

JAWA TENGAH

RESCUE

INFO

Klaten | Apel Nusantara Bersatu di Klaten ini juga dihadiri oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forpinda), yakni Dandim 0723, Kapolres Klaten, Ketua Pengadilan Tinggi Klaten, Kepala Kejaksaan Negeri Klaten, MUI,FKUBdan organisasi masyarakat,guru, siswa, dan ribuan masyarakat.

Peserta apel  memakai aksesoris bernuansa merah putih. Dengan memakai pita merah-putih.Acara bertajuk 'Nusantara Bersatu' Indonesiaku, Indonesiamu dan indonesia kita ini rencananya akan dilaksanakan Rabu (30/11/2016) pada pukul 08.00 WIB.di Alun alun Kabupaten Klaten.

Setda Klaten Jaka Sawaldi mengatakan bahwa kemerdekaan ini bukan pemberian tetapi hasil perjuangan, ini harus kita jaga dan kita pertahankan jangan sampai di rusak dan di pecah belah oleh pihak manapun dalam orasinya.

Sedangkan Kapolres Klaten AKBP M Darwis membacakan puisi tentang kebhinekaan dan di lanjutkan Komandan Kodim 0723 Klaten  Letkol Bayu Jagat dengan mengajak para peserta untuk menyanyikan lagu tentang ajakan untuk bersatu.

Salah satu peserta dari Senkom Mitra Polri Klaten mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat terutama di waktu saat ini iklim masyarakat yang memanas bisa dingin dengan adanya motivasi dan dukungan pemerintah dalam menciptakan suasana yang toleransi saling menghargai kepada semua pihak.(ryo)

Klaten | Senkom. Tingkatkan dan jalin kemitraan Senkom Mitra Polri Kebonarum Klaten mengadakan audiensi dengan Muspika Kebonarum di pendopo Kecamatan pada minggu 20/11 2016.Audiensi ini di ikuti oleh Kapolsek Kebonarum mewakili Camat,Kepala Desa se Kecamatan Kebonarum,Pengurus Kabupaten,Kecamatan serta anggota Senkom Mitra Polri.

Dalam sambutannya Ketua Senkom Mitra Polri Kecamatan Kebonarum Triyadi Swasono mengatakan bahwa baru saat ini bisa mengadakan kegiatan ini, namun sebelum kegiatan audiensi kami telah berpartisipasi aktif baik di bidang kamtibmas terutama di Kecamatan Kebonarum.Walau saat ini anggota kami masih terbatas tidak mengurangi kesemangatan kami dalam mengabdi pada masyarakat tegasnya.

Ketua Senkom Mitra Polri yang di wakili oleh Rusgiyanto mengharapkan keberadaan Senkom Kebonarum di bimbing dan di arahkan Muspika terutama Polsek maupun Koramil agar semakin solid dalam membantu dalam menciptakan kamtibmas khususnya Kecamatan Kebonarum.Selanjutnya Rusgiyanto juga mengatakan bahwa Senkom Kecamatan Kebonarum siap kapan saja jika di butuhkan baik di bidang kamtibmas maupun penanganan bencana.

Sedangkan Kapolsek Kebonarum  AKP. M. Waleri N yang juga mewakili Muspika menyambut baik ada Senkom Mitra Polri di Kecamatan Kebonarum.Ini yang telah lama kami nantikan bergabungnya Senkom bersama kami bersama sama menciptakan suasana kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Kecamatan ini.

Lebih lanjut Kapolsek Kebonarum  menghendaki data personil dan pengurus serta alamat Senkom Mitra Polri Kebonarum untuk memudahkan koordinasi di kala ada kegiatan.Dan mengharapkan kiprah Senkom semakin ditingkatkan dalam membantu masyarakat  terutama di Kecamatan Kebonarun ini pungkasnya.(Ryo)


KLATEN- Kepala BNPB Willem Rampangilei hadiri acara gerakan nasional pengurangan Risiko bencana di Klaten, Jawa Tengah pada (13/11). Dalam sambutannya, Willem mengatakan, Indonesia terus menghadapi tantangan yang semakin besar dalam mengelola dan mengurangi risiko bencana serta perubahan iklim yang semakin meningkat. Data antara tahun 2002-2015 menunjukkan bahwa jumlah kejadian bencana dari Tahun ke Tahun selalu meningkat, dan hampir 80%-nya merupakan bencana hidro-meteorologis. Kecenderungan naiknya frekuensi terjadinya bencana hidrometeorologis ini disertai dengan dampak bencana yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, kerugian ekonomi, serta kerusakan fasilitas umum dan infrastruktur kritis. Selain itu, peningkatan dampak bencana hidro-meteorologis ini juga terjadi akibat besarnya pengaruh manusia dan pembangunan yang kurang memperhatikan upaya pengurangan risiko bencana dan keseimbangan lingkungan. Untuk mengurangi risiko bencana dan potensi kerugian ekonomi akibat bencana di masa yang akan datang, Indonesia perlu mempromosikan “gerakan nasional pengurangan risiko bencana-Menuju Indonesia yang Tangguh, Berkelanjutan dan sejahtera. Gerakan ini akan menjadi bagian dari komitmen politik untuk melaksanakan revolusi karakter bangsa, yang salah satunya adalah dengan menciptakan budaya aman. Selain itu gerakan ini akan memberi penekanan pada upaya menghubungkan manajemen risiko bencana dengan pengurangan kemiskinan dan pembangunan social ekonomi di pedesaan dan kawasan-kawasan perkotaan dengan penduduk miskin, ujar Willem.
Sementara itu Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB, Bernardus Wisnu mengatakan," mulai tahun 2016, BNPB telah memfasilitasi pelaksanaan Gerakan Pengurangan Risiko Bencana di 23 kab/kota yang masuk dalam aliran DAS Bengawan Solo dan Citarum dimana masing-masing telah membentuk 1.000 relawan sungai. Tahapan kegiatan yang dilaksanakan dalam Gerakan Pengurangan Risiko Bencana diantaranya, pembentukan fasilitator relawan sungai, sosialisasi pengelolaan sungai kepada masyarakat dan pemerintah daerah,desiminasi informasi melalui media cetak dan elektronik, dan apel bersih-bersih sungai yang dipimpin oleh kepala daerah. Pelaksanaan gerakan pengurangan risiko bencana yang telah dilakukan dibeberapa daerah tersebut telah memberikan hasil yang signifikan. Hal ini dapat dilihat dari beberapa kepala daerah telah berkomitmen untuk meneruskan keberlanjutan kegiatan ini. Kepala daerah sangat mendukung kegiatan ini dan berharap dapat direplikasi di banyak tempat dan dapat dilakukan secara rutin, ujar Wisnu.
Kegiatan Pencanangan Gerakan Nasional Pengurangan Risiko Bencana dilakukan dengan tujuan untuk mewujudkan komunitas yang mampu mengelola dan mengurangi risiko bencana serta meningkatkan kualitas hidup. Manfaat yang didapatkan adalah terwujudnya lingkungan sungai yang bersih dan produktif serta dapat mengurangi risiko bencana serta kerusakan lingkungan. Pencanangan Gerakan Nasional Pengurangan Risiko diikuti sebanyak 11.000 relawan sungai yang berasal dari masyarakat, komunitas, pelajar, TNI, Polri, dan organisasi masyarakat di Kabupaten Klaten. Kegiatan ini juga dihadiri oleh BPBD Provinsi/Kabupaten/Kota Se-Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan DIY.
Pada kegiatan pencanangan gerakan nasional pengurangan risiko bencana ini adanya dukungan dari berbagai pihak diantaranya Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan Universitas Gadjah Mada, srikandi sungai yang memberikan bantuan bibit sayuran dengan memanfaatkan botol bekas dan tas ramah lingkungan. Sedangkan dapur umum untuk mendukung penyediaan konsumsi peserta dibantu oleh Tagana, PMI, LPB Muhamadiyah, BPBD Jawa Tengah, dan masyarakat sekitar. Pihak swasta juga turut berpartisipasi dengan membantu menyediakan konsumsi dan perlengkapan bersih sungai.
Beberapa rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan pada kegiatan ini adalah Pencanangan Gerakan Nasional Pengurangan Risiko Bencana, Pengukuhan Srikandi Sungai, Pengukuhan Pelajar Duta Sungai, Penyerahan peralatan bersih sungai, dan pelaksanaan bersih-bersih sungai oleh 11.000 relawan.BNPB / foto Ryo


Kepala BNPB dan Bupati Klaten turut serta dalam resik resik kali

KLATEN - Setelah apel pencanangan pengurangan resiko bencana (PRB) di Stadion Trikoyo, kegiatan dilanjutkan untuk membersihkan sungai. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei dan Bupati Klaten Sri Hartini ikut turun ke sungai untuk aksi bersih-bersih.
Bersih sungai dipusatkan di tiga titik Sungai Lunyu, Sungai Jaliden, dan Sungai Glogok. Ada ribuan relawan yang turun ke sungai, mereka berasal dari berbagai unsur mulai masyarakat umum, TNI, polri, dan pelajar.

“Melalui gerakan sungai ini bisa mengembalikan fungsi sungai sebagaimana mestinya. Termasuk mengurangi terjadinya banjir yang ada di Klaten. Drainase yan buruk juga dapat menyebabkan terjadinya banjir,” ucap Kepala BPBD Jawa Tengah, Sarwa Pramana.

Dia menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai. Tumpukan sampah rumah tangga sering ditemukan disepanjang aliran sungai. Seperti kasur, sofa, plastik hingga kain, dibutuhkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sungai.

Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB, Wisnu Wijaya menambahkan, gerakan PRB yang dipusatkan di Klaten menjadi sebuah proses pemberdayaan komunitas maupun masyarakat. Klaten sudah memiliki pengalaman dalam mengatasai dan menghadapi berbagai jenis bencana.

“Gerakan ini berfokus pada kegiatan partisipasif untuk melakukan kajian, perencanaan, pengorganisasian serta melibatkan pemangku kepentingan dalam menanggulangi bencana. Tidak hanya setelah bencana terjadi namun juga sebelum terjadi bencana,” ucapnya.

Berdasarkan data yang dimiliki BNPB, 80 persen peristiwa m merupakan bencana hidrometeorologi seperti banjir, kekeringan, kebakaran hutan dan gelombang pasang. Bencana hidrometerologi disebabkan fenomena alam dan aktivitas manusia serta pengelolaan daerah aliran sungai. Maka itu perlu ada upaya masif yang melibatkan semua pihak baik masyarakat, pemerintah dan dunia usaha.

Gerakan nasional PRB memiliki tujuan untuk membentuk komunitas yang mampu mengelola mengurangi resiko bencana.Sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup. Hal itu sudah ditunjukan oleh Kabupaten Klaten dengan adanya Sekolah Sungai Klaten (SSK), Srikandi Sungai hingga komunitas pelajar peduli sungai.

“Saya berharap melalui aksi bersih sungai dapat membangun kebersamaan dan kesiapan semua pihak dalam menghadapi bencana. Termasuk menumbuhkan jiwa gotong royong dan kepedulian semua pihak terhadap sungai dan lingkungan sekitarn,” imbuhnya. (radar solo)


Klaten |  Pastikan perang terhadap pungutan liar (pungli), Rabu (26/10), Polres Klaten gelar tandatangan pakta integritas anti pungli yang melibatkan pejabat utama di tingkat Polres.
Kapolres Klaten AKBP Muh. Darwis menjelaskan, Tanda tangan pakta integritas ini sebagai langkah Polres Klaten untuk menunjukan keseriusan dalam memerangi pungutan liar di instansi Polri di tingkat Kabupaten. “Per hari Senin (24/10/16) kemarin, saya juga memerintahkan anggota untuk memasang spanduk anti pungli di masing-masing satuan fungsi dan Polsek,” jelas AKBP Darwis.
Lebih lanjut Kapolres Klaten  juga memerintahkan seluruh jajarannya, baik di satuan fungsi Polres hingga Polsek untuk bersama-sama membuat komitmen dan pakta integritas anti pungutan liar. Sebagai sosialisasi, pihaknya akan mengumpulkan Bhabinkamtibmas di wilayahnya beserta tokoh-tokoh masyarakat guna menyebarluaskan perang terhadap pungutan liar di wilayahnya masing-masing. Pada kesempatan itu pula Kapolres meluncurkan nomor aduan bagi masyarakat di 082217777110.
“Kami berharap Polres Klaten bisa bersih dalam pelayanan. Prioritas kami yang paling utama saat ini untuk pelayanan internal ke dalam dulu, setelah itu kita akan gandeng stake holder yang lain, seperti Pemda maupun instansi lainnya untuk membersihkan pungli sesuai instruksi Presiden”, terang mantan Kapolres Bogor Kota tersebut.
AKBP Muh. Darwis berjanji, bila anggotanya kedapatan melakukan praktek pungli akan mendapatkan hukuman baik bersifat disiplin hingga etik, “ Akan kami tindak, bila mencederai nama baik kepolisian pasti akan kita ambil tindakan”, tegasnya. [carakanews.com]



Pemukulan kentongan 


Magelang - Provinsi Jawa Tengah, hari ini mulai menggelar rangkaian peringatan hari jadinya yang ke-66 secara serentak dan dipusatkan di Kota Magelang, Jawa Tengah, Jumat (26/8). Rangkaian kegiatan ini dibuka secara simbolis dengan dilakukan pemukulan kentongan bersama-sama oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Kapolda Jateng, Gubernur Akmil Magelang, Wali Kota Magelang dan ribuan warga Jawa Tengah yang hadir.
READ MORE
Acara yang dikemas dengan Pesta Rakyat ini, selain pemukulan kentongan juga dilakukan tarian kolosal yang melibatkan sekitar 3.500 secara bersama-sama saat pembukaan sore tadi. Ikut serta pula Ketua Tim Penggerak PKK Jateng Soti Atikoh Ganjar Pranowo, yang juga ikut turun di Alun-alun Kota Magelang untuk menari bersama-sama ribuan warga dan pelajar itu.
"Yang sudah makan tahu kupat angkat tangan? Belum kebagian mana? Yang sudah makan mana?" ungkap Ganjar Pranowo mengawali pidatonya dalam acara Pesta Rakyat Jateng ke-66.
Ganjar mengungkapkan, rangkaian acara ini merupakan peringatan HUT RI, Kemerdekaan yang ke 71 tahun dan HUT Jateng ke 66 sekaligus memperingati 3 tahun kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Heru Sudjatmoko.
"Even ini dalam rangka 71 tahun Indonesia. Yang kedua ulang tahun Jateng ke 66. Yang ketiga ini adalah kepemimpinan saya dan Pak Heru di Jawa Tengah. Yang penting masyarakat Jateng yang rukun nggih? Yang penting seluruh masyarakat Jateng semangat," ungkap politikus PDIP itu.
Ganjar mengajak kepada seluruh warga dan para pejabat pemerintah yang berada di 35 kabupaten/kota Jawa Tengah untuk tetap berpegangan kepada semboyan kepemimpinannya yaitu "Mboten Korupsi lan Mboten Ngapusi".
"Agar Jawa Tengah tetap top. Tetap mboten korupsi dan mboten ngapusi. Tidak kurang, teman-teman wali kota dan bupati di Jawa Tengah akan juga bekerja membantu. Saya bahagia betul karena soal laporan keuangannya makin baik makin transparan," terang mantan anggota DPR dua periode ini.
Ganjar menyatakan, saat ini masih ada persoalan yang besar di Jawa Tengah yang menjadi Pekerjaan Rumah (PR) yang harus diselesaikannya. PR itu adalah adanya sebanyak 15 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang masih dalam kondisi miskin.
"Maka di sini akan kita launching sumber daya dan keuangan di Jawa Tengah. Jadi sampeyan ngerti duite Jawa Tengah nggo opo wae. 15 Kabupaten masih miskin. Itu yang menjadi PR dan catatan bagi kita untuk bareng-bareng menyelesaikannya," ungkap pria kelahiran Tawangmangu ini.
Usai pembukaan, Ganjar kepada wartawan mengungkapkan penggunaan alat musik tradisional kentongan sebagai simbol pembuka acara supaya agar masyarakat ikut terlibat.
"Kalau cuma gong yang mukul hanya gubernurnya saja. Kalau kentongan bisa banyak orang dan itu melibatkan banyak orang. Pemukulan kentongan ini mengandung filosofi semangat kebersamaan. Bukan hanya dari pemangku kepentingan saja, tapi juga masyarakat luas. Diharapkan ke depan semangat membangun Jateng bisa dilakukan secara gotong royong," paparnya.
Sementara untuk tarian kolosal diciptakan oleh para seniman Magelang untuk mengangkat kesenian dan budaya lokal dari daerah Jateng agar terus lestari. Banyaknya penari yang terlibat juga dijadikan simbol semangat kebersamaan.
"Awalnya musiknya terlalu nge-dance, tapi saya tidak mau. Maka dibuat dengan irama tradisional. Latihannya saja, bayangkan mereka sebar ke ribuan siswa dengan menggunakan fasilitas teknologi WA (Whatsapp)," tutupnya.
Selain acara pembukaan yang dilakukan sore hingga petang tadi, malam ini juga akan digelar launching Goverment Resource Management System (GRMS). Juga akan dilakukan peluncuran kartu "Jateng Sejahtera" yaitu program untuk warga miskin nonproduktif atau menderita disabilitas.merdeka.com

KLATEN – Sungguh sebuah kebanggaan tersendiri atas prestasi yang dicapai Kodim 0723/Klaten dalam giat TMMD tahun 2016. Dengan meraih 2 tropy dari Mabes TNI-AD, Kodim 0723/Klaten tidak bisa dianggap sepele.
Demikian komentar Bupati Klaten Hj Sri Hartini SE melalui Wakil Bupati Hj Sri Mulyani, Jumat siang (26/8), terkait tanggapan atas prestasi yang diraih Kodim 0723/Klaten dengan menerima penghargaan dalam katagori Dansatgas TMMD Reg-96 dan katagori Karya Jurnalistik belum lama ini.
“Kita ucapkan selamat atas penghargaan yang diperoleh, semoga dengan 2 tropy yang diraih Kodim 0723/Klaten ini, ke depan jajaran TNI Kodim 0723/Klaten bisa semakin mantap, bisa menambah semangat mengabdi, lebih bagus lagi dalam berkarya di masyarakat. Pemkab Klaten sangat senang tentunya dan kita harapkan jajaran Kodim 0723/Klaten tetep guyup rukun, kompak kawal masyarakat,” pesan Wakil Bupati Klaten Hj Sri Mulyani.
Lebih dikatakan, agenda atau giat Kodim 0723/Klaten selama ini juga sangat dirasakan di tingkat bawah. Termasuk program pengawalan dan bantuan TNI Kodim 0723/Klaten dengan alat mesin pertanian atua Alsintan.
Pesan Hj Sri Mulyani, para petani seharusnya bersyukur bisa diberikan akses kemudahan dengan Alsintan, termasuk juga adanya alat pengeruk saluran irigasi yang pampet dengan excavator mini.
“Tentunya dengan kiprah TNI ke pertanian ini, bisa betul-betul memperkuat Klaten sebagai basis swasembada pangan, khususnya swasembada beras. TNI bersama para petani tetap berbaur, menyatu dan sinergis. Saat bukan zaman perang, maka TNI bisa terlibat mendukung program Dinas Pertanian,” harap Istri mantan Bupati Klaten H Sunarna SE MHum.
Dikabarkan Dandim 0723/Klaten, Letkol Infanteri Bayu Jagat SIP, Kodim 0723/Klaten telah sukses menyabet 2 tropy pada lomba karya jurnalistik TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Reg-96 Tahun Anggaran 2016 Tingkat Nasional yang diselenggarakan Mabes TNI-AD melalui Staf Teritorial AD dan Dinas Penerangan AD.
“Dua tropy tersebut adalah kami sebagai juara 2 pada katagori Dansatgas TMMD Reg-96, serta tropy juara 2 pada katagori Karya Jurnalistik atan nama Saeful Effendi SSos (wartawan MNC Group Wilayah Kodim 0723/Klaten dengan karyanya berjudul TNI dan Warga Perbaiki Jalur Evakuasi di Lereng Merapi,” ujar Bayu Jagat usai shalat Jumat di ruang kerjanya (16/8).
Kepada wartawan, Bayu Jagat menjelaskan, dirinya menerima tropy juara sebagai Dansatgas TMMD Reg-96 dari Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Dasart Jenderal TNI Mulyono pada acara Rakornis TMMD Reg-97 Tahun Anggaran 2016 di gedung Balai Samudera Kepala Gading Barat, Jakarta Utara, Rabu pagi, 24 Agustus 2016 lalu.
Agenda kegiatan Rakornis dan sekaligus penyerahan tropy ini dihadiri Ketua Komite Kebijakan Publik (KKP) Kemenhub Laksamana Purn Dr Marsetio, mewakili Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Wakasad Letjend TNI M Erwin Syafiri.
Juga hadir Pangkostrad TNI AD Letjend TNI Edy Rahmayadi, Pangdam Jaya, Pangdam II/Sriwijaya, Pangdam XVI/Pattimura, Aster Panglima TNI, Aster Kasad, Danpusterad, para Dirjen Kemenhub.
Juga hadir Syahbandar Utama Pelabuhan Tanjung Priok I Nyoman Gede S, Kepala Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas I Tanjung Priok Kolonel Laut Ir Ahmad Sudarto MT, Kepala Distrik Navigasi Kelas I Tanjung Priok M Ali Malawat.
Selain itu, juga turut menyaksikan, Direktur Pengelolaan Transportasi Berkelanjutan Kemenhub JA Barata, Direktur Informasi dan Teknologi Kemenhub Bambang S Ervan, serta sejumlah pejabat Bupati/Walikota se Indonesia yang melaksanakan TMMD Reg-97 TA 2016.
“Kepada anggota TNI Kodim 0723/Klaten, agar prestasi ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan di masa-masa mendatang. Tunjukkan kerja nyata dan kerja keras di lapangan untuk membantu kesulitan-kesulitan rakyat di lapangan. Bukan mencari popularitas atau pencitraan, berbuat yang terbaik tulus dan ikhlas. Jangan patah semangat, yakinlah, Allah SWT, Tuhan YME akan memberikan kemudahan dalam setiap langkah kita, amin,” pesan Dandim 0723/Klaten Bayu Jagat mantap.kabarepiye.com


Klaten – Selasa (23/08) di gedung pendapa Pemerintah Kabupaten Klaten diselenggarakan acara Pembekalan Pengurus Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) tahun 2016. Kegiatan berlangsung sehari diikuti 250 peserta itu dibuka secara resmi oleh Plh Sekda Haji Bambang Sigit Sinugraha Asisten Pemerintahan Setda mewakili bupati, disaksikan  Muspida dan undangan lainnya.

Ketua panitia penyelenggara Sudarwanto mengatakan, tujuan Pembekalan Pengurus Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) tahun 2016, utuk meningkatkan kapasitas dan peran FKDM tingkat desa sebagai salah satu pilar masyarakat. Disamping itu juga untuk membangun silaturahmi dan sinergitas antara Pemerintah, FKDM, Tokoh Agama dan Tokoh masyarakat guna menciptakan Klaten yang aman, damai dan sejahtera.

Lebih lanjut Sudarwanto mengatakan, kegiatan diikuti sebanyak 250 peserta menampilkan 3 materi dan nara sumber yaitu Dr. H. MT Arifin Budayawan Surakarta dengan judul Membangun Sinergitas Aparat Pemerintah dan Komponen masyarakat dalam Menjaga dan menciptakan Kondusifitas Kabupaten Klaten yang aman dan damai. Nara sumber lain Wakil Kepala BIN Jateng Kol. Inf Dony Iswara dengan tema Tehnik dan strategi deteksi dini dan antisipasi potensi konflik di masyarakat, serta Pengurus FKDM kabupaten Klaten dengan judu Fungsi dan Peran FKDM desa sebagai pilar masyarakat.

Bupati Klaten Hajah Sri Hartini dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Plh Sekda Haji Bambang Sigit Sinugraha Asisten Pemenrintahan Setda mengatakan, FKDM dibentuk Mendagri mempunyai tugas menjaring, menampung, mengkoordinasikan data dan informasi dari masyarakat mengenai potensi ancaman keamanan, gejala dan peristiwa bencana alam dalam rangka upaya pencegahan dan penanggulangan secara dini. “FKDM memberikan rekomendasi sebagai bahan pertimbangan bagi pengambil kebijakan berkait dengan kewaspadaan masyarakat “ ujarnya.

Menurut bupati, FKDM mempunyai peran yang sangat strategis , bisa menempatkan diri sebagai wadah konsultasi yang efektif terkait kewaspadaan dini. Dengan komposisi tersebut diharapkan muncul pemikiran yang jernih, terpadu dan komprehensif untuk disikapi dengan kerja keras dengan pihak terkait.klatenkab.go.id